Postingan

Menampilkan postingan dengan label Persaudaraan

Tafahum (Saling Memahami) dengan Selembut Nurani

Gambar
Belajar Tafahum (Saling Memahami) Memahami pertalian ukhuwah ini memang membutuhkan kelembutan nurani yang perlu ditopang dengan ketundukan iman kepadaNya. Karena Mahabbah Fillah (cinta karena Allah)   adalah setinggi-tingginya martabat dalam agama ini. Bukankah Agama itu berarti nasihat? Sungguh, Allah menjadikan kita bersaudara untuk nasihat menasihati. Ketika salah seorang dari kita menemukan saudaranya tengah terjerembab dan nampak aibnya. Hendaklah ia bersedia menasehatinya dengan sebaik-baik nasehat.  Jika engkau merasa belum mampu untuk memperbaikinya, jangan justru kau sebarkan aib saudarmu itu ke hadapan orang lain yang tak berhak mengetahuinya. Cukup simpanlah, sembari mendo’akannya. Dari itu semoga Allah memberikan ketetapan-Nya. Untuk saudaraku yang memberikan nasehat. Berhati-hatilah!. Jangan sampai hati-mu yang secara ikhlas ingin menasehati saudaramu yang lain itu berubah niat, tersesat dalam orientasi, meski hanya sehelai rambut. Jangan sampai...

Dewan Ambalanku Sayang

Gambar
(Saat-saat usai Musyawarah Dewan Ambalan 2011-2012) Entah, semakin hari kami justru semakin dekat. Padahal kami tak lagi bersama dalam sebuah wadah yang dinamakan Dewan Ambalan. Hanya saja sekat-sekat yang katanya mulai memisahkan itu tiba-tiba goyah dan kami pun bersama kembali. Lebih erat dari sebelumnya. Kami di persaudarakan disana. Dengan gelak canda dan tawa yang selalu mengiringi setiap kebersamaan kami. Perbawa ke 24 kemarin salah satu buktinya. Betapa kami tak mampu untuk sekadar menutupi perasaan kami dalam balutan rasa galau, yang secara tiba-tiba berubah menjadi suasana kocak, haru, bahkan kembali bahagia lagi. Dewan ambalanku sayang, aku ingin sedikit lebih lama lagi membersamai kalian dalam canda dan tawa. Dalam aksi-aksi gila yang kemudian mulai melebur menjadi tingkah konyol mengundang tawa. Dewan Ambalanku sayang. Sebelumnya kita dipertemukanNya tanpa saling mengenal. Malu-malu satu sama lain. tapi lihatlah kini, rasa malu yang dulu kita pendam justru ...