Postingan

Menampilkan postingan dengan label Persahabatan

Ketika Mas Gagah "Merantau"

Gambar
                Barangkali foto itulah yang menjadi saksi saat dimana mungkin hanya aku akhwat yang bisa di ajaknya berfoto sedekat itu di masa lajangnya, yang memanggilku dengan sebutan-sebutan aneh kesayangannya, mengusil’iku, dan meluapkan seluruh kejahilan serta hal-hal gila lainnya. Ya, mungkin bisa dibilang akulah mangsa empuk untuk sasaran pem-bully-annya. Itu tak mengapa, karena ia pun sama. Menjadi sasaran empuk buatku ketika mengomel dan mengadu. Abangku sayang, kau mungkin sering mangkel pada adik sematawayangmu ini. Hehe                 Aku masih ingat ketika kau bersama Tyan (sepupu kita) sibuk membuat cincin dari koin uang logam yang berbahan kuningan untuk simbah putri, membiarkanku memandangi tanganmu yang cekatan memainkan alat-alat yang tak kukenali itu. Memerhatikanmu dengan seksama hingga tanpa kusadari ad...

Memberdayakan Rasa Lelah

Memberdayakan Rasa Lelah…                 Teringat lagi percakapan sore itu selepas jamaah utama sholat maghrib di Masjid Mujahiddin yang kini jadi ngetrend dengan sebutan ‘Masmudin’ (Khas anak FAS tempo hari). “Anes, kamu mau langsung pulang?” kudengar nada khawatir itu bersumber dari salah satu kakak tingkatku di Jurdik Biologi “Hehe Iya mbak” jawabku santai “ Masih hujan hlo, bawa mantel kan?” tanyanya lagi “ Alhamdulillah bawa mbak” sahutku “Sini mendekat ke mbak” katanya memerintahku “Ada apa to mbak?” “Mbak cuma pengen mijitin pundak Anes.. ” sungguh kata-katanya itulah yang membuatku meleleh seketika.                 Ah indah sekali ukhuwah ini, kalimat-kalimat itulah yang justru membuat Anes semakin kuat Mbak, bukan pijatan atau makanan yang sering kau tawarkan padaku. Dialah Mbak Mila, akhwat luar bi...

Dewan Ambalanku Sayang

Gambar
(Saat-saat usai Musyawarah Dewan Ambalan 2011-2012) Entah, semakin hari kami justru semakin dekat. Padahal kami tak lagi bersama dalam sebuah wadah yang dinamakan Dewan Ambalan. Hanya saja sekat-sekat yang katanya mulai memisahkan itu tiba-tiba goyah dan kami pun bersama kembali. Lebih erat dari sebelumnya. Kami di persaudarakan disana. Dengan gelak canda dan tawa yang selalu mengiringi setiap kebersamaan kami. Perbawa ke 24 kemarin salah satu buktinya. Betapa kami tak mampu untuk sekadar menutupi perasaan kami dalam balutan rasa galau, yang secara tiba-tiba berubah menjadi suasana kocak, haru, bahkan kembali bahagia lagi. Dewan ambalanku sayang, aku ingin sedikit lebih lama lagi membersamai kalian dalam canda dan tawa. Dalam aksi-aksi gila yang kemudian mulai melebur menjadi tingkah konyol mengundang tawa. Dewan Ambalanku sayang. Sebelumnya kita dipertemukanNya tanpa saling mengenal. Malu-malu satu sama lain. tapi lihatlah kini, rasa malu yang dulu kita pendam justru ...