Postingan

Gagal Move On

Beberapa waktu lalu sempat ada seorang teman dikampus yang berceletuk ringan “Kamu kok nggak bisa move on to Nes dari SMA?” Aku hanya tersenyum, nggak nyangka tiba-tiba ada yang ngomong begitu di sela-sela praktikum. Apa iya ya? Sedetik kemudian aku hanya bisa terdiam dan tak menanggapi celotehannya lebih lanjut. Karena memang pada kenyataannya Aku tahu itu hanya basa-basi   meski sejujurnya Aku memang tak bisa move on darinya. Bagiku, masa SMA adalah salah satu masa terindah dalam menapaki episode kehidupan haru biru itu. Dalam kurun waktu 3 tahun,, tiap lembar kisahnya selalu menyimpan berbagai sejarah yang dipenuhi dengan berbagai bumbu asam, manis, pedas bahkan hingga getir kehidupan. Kami menikmatinya bagaikan secangkir kopi panas yang harus dinikmati sedikit demi sedikit; menentramkan, hangat, manis, dan ketika kau sudah memutuskan untuk mencicipinya dalam seruputan pertama, kau pasti takkan rela untuk menyudahinya bahkan hingga tetes terakhir seduhannya yang dingi...

Don't be Alone

Lantai 2 Masjid Mujahiddin UNY                 Sore itu selepas jamaah utama sholat Ashar di Masjid Mujahiddin, tiga orang anak manusia tengah asik bercengkrama, duduk melingkar (eh men-segitiga ding kan Cuma 3 orang :D) diiringi riuh rendah suara beberapa jama’ah yang juga belum beranjak dari sana. Awalnya bermula dari obrolan santai saja, hingga tiba-tiba salah seorang diantara mereka ada yang berceloteh ringan tentang kondisi anak-anak di Kampus Biru itu. A: “Kalian ngerasa ada yang beda nggak sih?” B: “Beda gimana Bro?” A: “Ya beda aja, kok kita udah nggak kayak dulu lagi ya. Jadi sering kayak single fighter gitu, suka ilang-ilangan, jalan sendiri-sendiri, ngerjain apa-apa sendiri, makan sendiri, mandi sendiri, lama-lama senyum-senyum sendiri #gubrak. Kayak nggak ada temen yang bisa di ajak berjuang bareng aja?” C: “Iya juga sih kadang aku juga ngerasa kayak gitu, njuk kita kudu kepiye ?” A:...

Stand By Us Kak Ko

Gambar
Awal Pertemuan Kami Kami mengenalnya pertama kali ketika duduk di bangku kelas X di SMA N 2 Bantul. Di kelas X3 itu kami dipertemukan, namanya Dico Try Widyatmojo. Laki-laki yang akrab di panggil Kak Ko itu menjadi teman sekaligus sahabat selama 3 tahun kebersamaan kami di SMADABA. Satu kelas bersama Kak Ko itu rasanya tak habis akan canda dan tawa, postur tubuhnya yang ‘tambun’ itulah yang membuat kami akan sangat mudah mengenali dan menghafal namanya ketika pertama kali bertemu. Dikelas X3 yang kemudian berubah menjadi X7 karena ditukar, Kak Ko menjadi sosok yang dengan mudah membaur bersama kami, tidak hanya dengan teman-teman putra di kelas, dengan teman2 putri pun ia tak sungkan untuk saling berbagi dan membantu ketika kami menemui berbagai kesulitan dan hambatan, tentunya dengan masih memperhatikan adab interaksi dengan lawan jenis. Saat-saat olahraga di lapangan voli SMA N 2 Bantul Gambar Hana Prastawa pas pelajaran Kimia Hari berganti kami lalui di X7 denga...